TERBARU :

Standard Operating Procedure Aliansi BEM SI

23/06/2016

KEANGGOTAAN

Anggota BEM SI

Anggota BEM SI adalah semua BEM yang terhimpun dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia. Anggota BEM SI diwajibkan menunjuk dua orang penangung jawab yang mewakili anggota pada koordinasi dengan komponen struktural BEM SI lainnya, yang terdiri dari satu orang penanggung jawab utama dan satu orang penanggung jawab pembantu

Syarat Keanggotaan BEM SI

  • Tidak tergabung dengan aliansi BEM lainya setingkat nasional
  • Mengikuti setidaknya 2 kali agenda wilayah, 1 kali agenda nasional
  • BEM Universitas yang terdafar di indonesia
  • Mendapat rekomendasi dari Korwil terkait secara tertulis

Hak

  • Memberikan masukan atas pelaksanaan eskalasi isu kepada Korwil dan Korsu
  • Mendapatkan informasi dari Korwil dalam setiap isu nasional dan regional

Kewajiban

  • Melaksanakan panduan eskalasi isu yang diberikan oleh Kooordinator Pusat untuk diterapkan di kampus masing-masing
  • Mengikuti dua agenda nasional (Rakernas dan Munas) dan setiap agenda wilayah
  • Melakukan semua eskalasi isu yang telah di sepakati di Munas BEM SI dan Isu-isu insidental yang telah di putuskan Korpus dangan pertimbangan Korsu terkait
  • Ikut serta melaksanakan kebijakan politik BEM SI
  • Bukti otentik anggota aliansi

ALUR KOORDINASI BEM SI

Koodinator Pusat BEM SI

Koordinator Pusat adalah BEM Universitas yang berdasarkan Ketetapan Musyawarah Nasional BEM SI sebelumnya ditunjuk untuk menjalankan fungsi koordinasi BEM SI. Koordinator Pusat diwajibkan menunjuk dua orang penangung jawab Korpus yang terdiri dari satu orang penanggung jawab utama dan satu orang penanggung jawab pembantu

Tugas Koordinator Pusat

  • Memastikan koordinasi eskalasi setiap isu yang telah disepakati pada MUNAS BEM SI dapat terlaksana dalam ruang lingkup nasional dengan memastikan Setiap Korwil dan Korsu melaksanakan tugasnya dengan baik dan mendorong agar komunikasi antara Korsu dengan Korwil berjalan harmonis
  • Memastikan akumulasi sumber daya untuk implementasi eskalasi isu secara nasional berjalan lancar untuk didistribusikan kepada anggota BEM SI yang membutuhkan
  • Memberikan sanksi kepada Anggota BEM SI, Korwil, Korsu atau Koordinator Forum Perempuan yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik dengan pertimbangan dari Korwil dan Korsu lainnya
  • Meneruskan informasi dan berita eskalasi isu pada satu wilayah pada keseluruhan wilayah BEM SI

Hak Koordinator Pusat

  • Berhak mengikuti setiap negosiasi dengan pihak eksternal yang diselenggaraka oleh Korwil dan atau Korsu
  • Memimpin eskalasi isu yang telah disepakati pada MUNAS BEM SI dalam ruang lingkup nasional terutama dalam hal hubungan eksternal seperti menjadi representasi BEM SI pada setiap negosiasi dengan pemerintah atau lembaga negara yang relevan dengan isu tersebut dan menjadi pihak yang berhak mengeluarkan pernyataan pers pada media massa nasional
  • Melantik Anggota baru Aliansi BEM SI yang telah di rekomendasikan oleh Koordinator Wilayah

Koordinator Forum Perempuan BEM SI

Koordinator Forum Perempuan adalah BEM Universitas yang berdasarkan Ketetapan Musyawarah Nasional BEM SI sebelumnya ditunjuk untuk menjalankan fungsi peningkatan kapabilitas perempuan di semua regonal. Koordinator Forum Perempuan diwajibkan menunjuk dua orang penangung jawab Koordinator Forum Perempuan yang terdiri dari satu orang penanggung jawab utama dan satu orang penanggung jawab pembantu

Tugas Koordinator Forum Perempuan

  • Memastikan koordinasi eskalasi isu yang berkaitan dengan peningkatan kapabilitas perempuan yang telah disepakati pada MUNAS BEM SI dapat terlaksana dalam ruang lingkup nasional dengan menjalin komunikasi dengan Korsu dengan Korwil

Hak Koordinator Forum Perempuan

  • Menjadi representasi BEM SI pada setiap negosiasi dengan pihak eksternal di tingkat nasional berkaitan dengan peningkatan kapabilitas perempuan

Koordinator Wilayah

Koordinator Wilayah adalah BEM Universitas yang berdasarkan Ketetapan Musyawarah Nasional BEM SI sebelumnya ditunjuk untuk menjalankan fungsi koordinasi BEM SI di masing-masing regional. Setiap Koordinator Wilayah diwajibkan menunjuk dua orang penangung jawab Korwil yang terdiri dari satu orang penanggung jawab utama dan satu orang penanggung jawab pembantu

Tugas Koordinator Wilayah

  • Berkoordinasi dengan Koordinator Pusat untuk mengimplementasikan pedoman eskalasi isu yang telah dipersiapkan Koordinator Pusat melalui Koordinator Isu sehingga dalam tataran praktis dapat terlaksana di seluruh kampus di masingmasing wilayah, termasuk di dalamnya adalah akumulasi sumber daya seperti dana dan sukarelawan
  • Mengkoordinasikan anggota BEM SI di wilayah regional masing-masing untuk merencanakan dan mengeksekusi respon atas isu yang bersifat spesifik di masing- masing regional dengan berkoordinasi dengan Korsu yang relevan dengan isu tersebut
  • Memberikan informasi ekskalasi Aliansi BEM SI kepada anggota aliansi dan calon anggota aliansi

Hak Koordinator Wilayah

  • Memimpin eskalasi isu yang telah disepakati pada MUNAS BEM SI dalam ruang lingkup wilayah terutama dalam hal hubungan eksternal seperti menjadi representasi BEM SI pada setiap negosiasi dengan pemerintah atau lembaga negara yang relevan dengan isu tersebut dan menjadi pihak yang berhak mengeluarkan pernyataan pers pada media massa regional
  • Merekomendasikan anggota baru BEM SI yang berasal dari wilayahnya masing-masing dengan syarat telah mengikuti minimal satu kali agenda Nasional BEM SI dan mengikuti minimal dua kali agenda wilayah

Koordinator Isu

Koordinator Isu adalah BEM Universitas yang bertanggung jawab menyelenggarakan eskalasi isu tertentu dan memberikan pengarahan terkait isu tersebut kepada anggota BEM SI di seluruh regional. Koordinator Isu diwajibkan menunjuk dua orang penangung jawab Korsu yang terdiri dari satu orang penanggung jawab utama dan satu orang penanggung jawab pembantu untuk setiap isu yang diamanahkan

Tugas Koordinator Isu

  • Melakukan kajian dan mempersiapkan perencanaan eskalasi isu nasional yang telah disepakati di MUNAS BEM SI untuk diterapkan di seluruh kampus di semua regional
  • Mempersiapkan pedoman eskalasi isu yang telah disepakati di MUNAS BEM SI untuk dapat diadopsi oleh anggota BEM SI di setiap regional
  • Berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah untuk menerapkan eskalasi isu yang telah dipersiapkan di seluruh kampus di semua regional
  • Menerima masukan dari anggota BEM SI terkait permintaan atas isu spesifik yang muncul di regional tertentu yang relevan dengan isu yang sedang dipegang Korsu dan mempersiapkan kajian dan strategi khusus sesuai dengan permintaan tersebut

Hak Koordinator Isu

  • Memimpin eskalasi isu dalam ruang lingkup nasional terutama dalam hal hubungan eksternal seperti menjadi representasi BEM SI pada setiap negosiasi dengan pemerintah atau lembaga negara yang relevan dengan isu tersebut dan menjadi pihak yang berhak mengeluarkan pernyataan pers pada media massa

POLA PENGAMBILAN SIKAP POLITIK DAN ISU

Sikap poltik

Untuk pengambilan sikap politik BEM SI akan di laksanakan oleh Korpus berkordinasi dengan Korwil

Sikap isu

  • Isu Nasional
    Untuk penyikapan isu nasional di laksanakan oleh Koordinator Pusat dengan pertimbangan Koordinator Isu
  • Isu insidental
    Untuk penyikapan isu yang sifatnya insidental di laksanakan oleh Koordinator Pusat dan Koordinator Wilayah dengan pertimbangan Koordinator Isu terkait

SANKSI

  • Surat Peringatan Sanksi ini ditujukan pada Korpus/Korwil/Korsu/Anggota BEM SI yang bermasalah (tidak melaksanakan kewajiban dan/atau tindakan lainnya yang dianggap merugikan BEM SI) dan dikeluarkan pada pertemuan berikutnya (Konsolnas, Rakernas, atau Munas) setelah pelanggaran tersebut dilakukan, serta diputuskan berdasarkan kesepakatan forum yang di keluarkan oleh Kourpus atau Korwil
  • Surat Peringatan Sanksi yang ditujukan pada Korpus/Korwil/Korsu/Anggota BEM SI yang bermasalah dan sebelumnya secara berturut-turut telah menerima SP1 dan ternyata setelahnya masih melakukan pelanggaran yang sama. Pengesahan SP2 diputuskan berdasarkan kesepakatan pada pertemuan selanjutnya (Konsolnas, Rakernas, atau Munas) setelah SP1 dikeluarkan oleh Kourpus atau Korwil
  • Surat Pernyataan Instruksi Non aktif. Sanksi yang ditujukan pada Korpus/Korwil/Korsu/Anggota BEM SI yang bermasalah berdasarkan kesepakatan pada pertemuan ketiga (Konsolnas, Rakernas, atau Munas) setelah secara berturut-turut SP1 dan SP 2 dikeluarkan pada Pertemuan pertama dan kedua dan ternyata masih melakukan pelanggaran yang sama. Sanksi ini disahkan jika berdasarkan kesepakatan forum, Evaluasi dan Pertanggung jawaban dari Korpus, Korsu, atau Korwil yang bersangkutan tidak dapat diterima atau tidak memberikan laporan pertanggungjawaban sama sekali

Jakarta, Juni 2015
Koordinator Pusat BEM SI

Unduh dokumen di sini